Bergabung bersama organisasi profesi adalah salah satu cara terbaik untuk terus mengembangkan diri di era millenial sekarang ini.
Organisasi profesi guru bisa membuat para guru untuk saling berbagi informasi dan berbagai hal dengan sesama rekan guru dari berbagai daerah di Indonesia. salah satu organisasi profesi yang bisa sahabat ikuti adalah IKATAN GURU INDONESIA atau lebih dikenal dengan IGI
Ikatan Guru Indonesia (IGI) adalah organisasi profesi guru yang didirikan berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. IGI terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM melalui SK Depkumham Nomor: AHU-125.AH.01.06.Tahun 2009, tanggal 26 November 2009.
IGI sebagai sebuah organisasi profesi bersifat independen, netral, dan mandiri dengan visi memperjuangkan mutu, profesionalisme dan kesejahteraan guru Indonesia, serta turut secara aktif mencerdaskan kehidupan bangsa.
Demi mewujudkan visi di atas maka IGI mengajak para guru, kepala sekolah, pemerhati pendidikan, serta semua komponen masyarakat yang memiliki kepedulian pada dunia pendidikan, bersedia memperluas wawasan dan saling berbagi pengalaman untuk bersama-sama IGI memajukan dunia pendidikan Indonesia
Blog, adalah hal yang tidak asing di dunia maya. Tentunya kita sering mengakses blog saat kita melakukan pencarian di google search engine.
Nah pernahkah sahabat guru semuanya terpikir untuk memiliki blog sendiri. Dengan mempunyai blog kita bisa memberikan berbagai informasi, cerita dan berbagai hal yabg bisa kita share ke khalayak ramai. Lalu, terpikir dong bagaimana ya cara agar bisa membuat blog dengan tampilan yang baik dan enak untuk dibaca. Nah ini dia solusinya, sahabat guru bisa bergabung di IKATAN GURU INDONESIA melalui pelatihan-pelatihan yang bertemakan Blog Seperti yang sedang saya ikuti yaitu SAGUSABLOG IGI Apa itu Sagusablog? Sagusablog adalah kependekan dari Satu Guru Satu Blog Jadi melalui pelatihan ini diharapkan 1 guru mempunyai Blog sebagai media pembelajaran atau media menyampaikan informasi berbagai hal.
Lalu bagaimana untuk join Sagusablog? Sahabat guru cukup mendaftar menjadi anggota IGI Kemudian sahabat guru mendaftar di GURU PEMBELAJARAN IGI Disana sahabat guru akan memilih Sagusablog Dasar. Ketika mendaftar sagusablog nantinya sahabat guru akan si list untuk memasuki kelas yang telah dipilih oleh sistem. Kemudian sahabat guru akan di berikan Link Grup Telegram Umum dan Grup Telegram Khusus Kelas untuk pelatihan ini dimana disana ada 2 orang narasumber yang akan membantu kita mengerjakan pelatihan ini.
Pada pembelajaran Tema 3 : Peduli Terhadap Makhluk Hidup di pembelajaran Kelas 4 SD Terdapat materi mengenai "Teknik Menggambar dengan Montase"
Apa itu teknik menggambar dengan Montase?
Seni Tempel Montase
Pengertian seni tempel montase ialah karya seni yang berasal dari gambar gambar jadi yang dirangkai menjadi satu sehingga tercipta pencampuran unsur dari berbagai sumber. Jaman dahulu karya montase hanya beruba seni dua dimensi saja. Namun sekarang seni montase telah berkembang dan menghasilkan karya seni tiga dimensi. Karya montase memang kurang dikenal dikalangan masyarakat karena karyanya yang hampir sama dengan seni patung, seni lukis dan seni kriya. Bahkan karya ini dianggap menjadi salah satu jenis dari karya karya tersebut.
Berdasarkan pengertian seni tempel montase di atas, dapat kita simpulkan bahwa karya seni montase berasal dari komposisi gambar yang satu dengan yang lainnya. Misalnya gambar rumah yang terdapat dalam majalah. Gambar tersebut dipotong dan ditempelkan pada alas permukaan gambar lainnya. Maka dari itu akan menciptakan hasil karya seni baru. Hasil karya seni montase sering disebut sebagai karya seni lukis karena materialnya berasal dari gambar yang sudah jadi kemudian dipadukan dengan gambar lainnya. Adapula beberapa fungsi dari seni tempel montase yaitu:
Digunakan untuk dekorasi yang berasal dari benda benda sehari hari (fungsi praktis).
Untuk mengembangkan kreativitas, daya pikir, estetika, emosi dan daya serap otak kita (fungsi edukasi).
Sebagai media ekspresi menggunakan berbagai tipe tekstur dan bahan (fungsi ekspresi).
Untuk mengurangi beban psikologis dengan menuangkan emosi dan ide dalam bentuk karya seni (fungsi psikologis).
Untuk menyediakan lapangan pekerjaan dengan bermodalkan kreativitas (fungsi sosial).
Pada kesemoatan kali ini, siswa kelas 4 SDN 12 Tanah Abang membuat karya montase dengan memanfaatkan gambar-gambar bekas yang ada di Buku, Majalah ataupun koran bekas yang dikumpulkan, dan digunting sedemikian rupa dengan berdasarkan tema atau cerita dari gambar yang telah dipilih oleh siswa masing-masing
Hanya menggunakan gambar-gambar yang ada di Buku atau majalah bekas, lem, dan gunting, siswa siswi kelas 4 bisa menghasilkan gambar karya seni.
Berikut ini beberapa gambar kegiatan siswa saya dalam membuat montase
Untuk mengetahui mengenai teknik montase, bisa dilihat di Youtube berikut ini
Selain montase, ada juga teknik Kolase
lalu apa itu kolase?
Duta Rumah Belajar merupakan perpanjangan tangan dari Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kemendikbud, dalam melakukan Sosialisasi pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di masing-masing provinsinya.
DRB ini terdiri atas 4 Levek yaitu :
1. Level 1 : Literasi TIK
2. Level 2 : Implementasi TIK
3 .Level 3 : Kreasi TIK
4. Level 4 : Tahap Nasional
DRB Sumatera Selatan (Sumsel) diikuti oleh 311 guru dari berbagai jenjang pendidikan di seluruh kabupatan dan kota di provinsi Sumatera Selatan.
Pada akhir level 1, peserta mengikuti Tes Online dimana yang mampu mencapai KKM 70 bisa masuk di level 2.
Di level 2 ini guru diberikan tugas berupa implementasi TIK dengan mrmbuat RPP dan Video Pembelajaran yang memanfaatkan fitur rumah belajar.
Pada akhir level 2, peserta juga diberikan tes tertulis dan nilai tugas. Alhamdulillah nilai saya setelah di akumulasikan menjadi 80,6.
Hanya 30 orang dengan nilai teratas berhak untuk masuk di Pembatik Level 3.
Berbeda dengan level 1 & 2, pada level 3 ini peserta mengikuti Bimtek secara langsung yang saat itu dilaksanakab di hotel Bless Palembang. Peserta pada level 3 ini membuat lagi video pembelajaran dengan memanfaatkan greenscreen dan mengeditnya sesuai dengan kreasi masing-msing.
Berikut ini foto-foto pelaksanaan pembatik level 3 Sumatera Selatan
Dan ini tampilan kegiatan selama pelaksanaan pembatim level 1 dan hasil video pembelajaran yang saya buat, terima kasih, selamat menyaksikan.
Pernahkah kamu melihat buku yang jika dibuka akan terbuka
atau bisa berdiri membentuk benda tertentu? nah itulah pop up book.
Pop Up Book adalah salah satu media pembelajaran yang bisa
digunakan oleh guru untuk meningkatkan proses pembelajaran. Pop-Up book dalam pembelajaran di sekoah dasar dapat menjadi pilihan bagi
guru dalam memilih media pembelajaran. Di Sekolah Dasar pembelajaran dengan
gambar dan warna-warna dapat membuat rasa keingintahuan siswa menjadi
meningkat. Contohnya Dalam mata pelajaran IPA khususnya materi kelas 4, tentang
daur hidup beberapa hewan di lingkungan sekitar, media Pop-Up book
bisa menjadi pilihan bagi guru. Dengan menggunakan gambar-gambar daur hidup
hewan secara bertahap dipadu dengan warna-warni, siswa akan semakin senang belajar
IPA di bangku sekolah dasar. Ataupun pada materi dikelas 2 Mengeni Bersatu
dalam keberagaman.
Contoh Pop Up Book seperti gambar dibawah
ini:
Gambar pop up book diatas adalah contoh Pop Up Book yang saya buat untuk siswa saya di kelas 1 SD. Bahan-bahan yang digunakan sangat sederhana hanya berupa Kertas karton berwarna, Gunting, Lem dan sejumlah gambar yang disesuaikan dengan tema dari pop up book tersebut.
Menurut Djamarah (2010:104) model
berkirim salam memberi kesempatan siswa untuk melatih pengetahuan dan
keterampilan mereka. Siswa membuat pertanyaan sendiri sehingga terdorong untuk
belajar dan menjawab pertanyaan yang dibuat teman-teman sekelasnya.
Menurut Isjoni(2011:30) berkirim
salam dan soal ialah suatu model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada
siswa untuk melatih pengetahuan dan keterampilan mereka. Siswa membuat
pertanyaan sendiri sehingga akan merasa tergolong untuk belajar dan menjawab
pertanyaan yang dibuat teman sekelasnya. Berdasarkan penjelasan di atas dapat
disimpulkan bahwa model berkirim salam dan soal merupakan suatu model
pembelajaran yang mengandung unsur game melalui pembuatan pertanyaan oleh siswa
lalu disampaikan kepada kelompok lain menggunakan sorakan atau yel-yel berupa
salam dan kelompok lain diharuskan menjawab pertanyaan tersebut.
Menurut Huda (2012:137)
langkah-langkah pembelajaran model berkirim salam dan soal sebagai berukut:
1)Guru
menyampaikan materi pelajaran.
2)Guru
membagi siswa dalam kelompok berempat dan setiap kelompok ditugaskan untuk
menuliskan beberapa pertanyaan mengenai
materi pelajaran yang akan dikirim ke kelompok yang lain. Guru bisa mengawasi
dan membantu memilih soal-soal yang tepat.
3)Kemudian,
masing-masing kelompok mengirimkan salah seorang anggotanya yang akan
menyampaikan “salam dan soal” dari kelompoknya kepada kelompok lain. (Salam ini
bisa berupa yel-yel atau ungkapan-ungkapan unik yang menjadi ciri khas tiap
kelompok).
4)Setiap
kelompok mengerjakan soal kiriman dari kelompok lain.
5)Setelah
selasai jawaban tersebut dikirimkan ke kelompk asal untuk dikoreksi dan diperbandingkan
satu sama lain.
Kelebihan dan Kelemahaan Model
Berkirim Salam dan Soal
Menurut Lie (2011:12)model berkirim
salam dan soal memiliki kelebihan dan kelemahan sebagai berikut.
Kelebihan
1)Dapat
meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.
2)Dapat
meningkatkan hasil belajar siswa.
3)Dapat
mengurangi kejenuhan dan kebosanan.
4)Meningkatkan
kreativitas siswa.
Kekurangan
1)Tidak
semua siswa mudah membuat pertanyaan karena tingkat kemampuan siswa berbeda.
2) Suasana kelas akan ramai ketika berkirim salam
dan soal pada kelompok lain.
3)Waktu
yang digunakan tidak cukup karena harus memberi kesempatan semua kelompok
memberi pertanyaan.
kali ini saya akan membagikan cerita saya ketika saya join di Seminar Online Internasional yang diselenggarakan oleh Seameo bekerja sama dengan seamolec dan Juga Kemdikbud yaitu Virtual Coordinator Training Batch 4.
Pertama kali tahu mengenai seminar ini karena saya join di Digital Educomunity PALI dimana di sini disediakan sebuah Google classroom oleh temen saya yang sangat hebat yaitu akbar dan ranita yang menjadi fasilitator dari kumunitas ini. Saya coba submit pendaftaran VCT Batch 4 ini. Kemudian saya chat whatsapp dengan tema saya yaitu akbar yang kebetulan adalah alumni dari VCT Batcth 3 sekaligus sebagai instruktur VCT di Batch 4 ini.
Saya diberitahu oleh teman saya ini mengenai bagaimana mekanismenya, keuntungannya dan serba serbi tentang VCT ini. kemudian Akbar ini juga menyediakan semacam privat sharing untuk kita sebagai anggota Digi Edu Comunity pali ini dengan mengarahkan kita mengenai aplikasi Webex.
Sebelumnya saya ga pernah tahu mengenai WEBEX ini, saya bener-bener kurang update :O
poor me...
Sebelumnya saya ini menjalankan tugas saya sebagai guru sebagaimana mestinya aja, mengajar di sekolah, dan hanya di sekolah. saya kurang mengembangkan diri untuk terus maju, namun setelah join disini saya menjadi terbuka pikiran bahwa kita sebagai guru harus mengikuti perkembangan jaman, apalagi kita yang masih tergolong msh mu dan mampu melakukan yang terbaik.
Hari berlanjut, kemudian kami perserta VCT Batch 4 ini difasilitasi dengan Whatssapp grup dimana disini saya berjumpa dan mengenal bapak ibu guru hebat yang ada di seluruh penjuru Sumatera Selatan, kami diberikan arahan mengenai Webex dan mengenai fitur serta hal-hal yang berkaitan dengan VCT ini.
Hari demi hari berlanjutlah saat mulai pelaksanaan seminar online ini, saat itu pada hari pertama dimulai Seminar online ini tanggal 26 Mei 2019 hari minggu, sudah ada beberapa narasumber dari peserta yang sudah siap untuk melaksanakan seminar ini, hari pertama ini saya hanya menjadi peserta aja saya bergabung di 5 sesi yang disediakan, saya pelajari bagaimana menjadi host, presenter dan moderator, kemudian saya pun memberanikan diri untuk mengisi list untuk menjadi presenter di hari senin 27 Mei 2019, saat itu masih di bulan ramadhan, saya memilih sesi 1 pagi hari karena saya khawatir kalo siang anak saya yang balita akan rewel, kalo pagi sih biasanya masih tidur dan bisa di handle datuk nya,
Pertama Kali menjadi pemateri rasanya degdegan apalagi ketika slide show saya ga jalan karena error, namun karena bimbingan dari instruktur akhirnya semua berjalan dengan lancar. saya pun ketagihan untuk sesegera mungkin menjadi presenter lagi, besoknya hari selasa saya join sebagai moderator, dan menjadi presenter lagi hari rabu, semua tugas saya selesai hari kamis alhamdulillah tugas terselesaikan dengan baik dan hasilnya pun memuaskan bisa lulus di seminar online ini.
Banyak sekali manfaat yang kita peroleh dari mengikuti VCT ini, kita bisa memperoleh berbagai ilmu yang di bagikan peserta bukan hanya ilmu mengenai dunia pendidikan, namun juga berbagai ilmu lainnya, bisa mengenai bercocok tanam, hobby, inspirasi usaha dan resep-resep memasak. Semua ilmu itu kita peroleh secara gratis dengan hanya mengandalkan Smartphone kita. ini salah satu cara untuk mengembangkan diri kita untuk menjadi millenial teacher yang bermanfaat.
Untuk menyaksikan saat saya menjadi presenter d VCT Batch 4, silakan kunjungi Channel Youtube saya dengan mengklik tautan dibawah ini!